Berlayarlah Dan Temukan Muara Hikmah Di Pulau Samudera Cinta. Waspadalah Diri Dari Sesat Didalamnya. Semua Pelayaran Kita Tertuju Pada Satu Muara Cinta, Yaitu Mendapatkan Cinta Abadi Yang Esa.
Album Sholawat mustafidah ini menampilkan 8 lantunan sholawat..aku sebagai author blog ini minta maaf lama tidak update...mungkin kawan-kawan semua sudah rindu dengan album terbaru dari gema santri.karena beberapa hal yang harus aku selesaikan terutama mengenai blog gema santri yang anjlok aku bekerja keras untuk mendaur ulang keterpendaman blog ini dan alhamdulillah sekarang sudah memenuhi target yang aku inginkan.untuk sekarang aku baru bisa share album sholawat lagi.silakan download sholawat persembahan Gema Santri dalam bulan ini.semoga dengan kita bersholawat akan mendapatkan syafa'at dari baginda rosululloh SAW
Sekali Lagi, Saya pribadi tidak membuat sebuah tolak ukur dan kriteria tertentu untuk membuat film ini menjadi film terbaik versi saya. Film -film in masuk dalam list saya, hanya karena saya merasa terhibur, terinspirasi, dan terbawa emosi saat menyaksikan film itu. Nah itulah yang akan saya masukan dalam list ini. Dan inilah film-film terbaik dari GENRE ADVENTURE sepanjang tahun 2011 Versi oliphdhian.
Komedian legendaris asal Inggris, Rowan Atkinson kembali dengan film Johnny English Reborn, Bersetting lima tahun setelah kejadian buruk yang membuatnya terkena sanksi dari perusahaan mata-mata tempatnya bekerja, MI7, Johnny English ditarik kembali dari tempatnya bermeditasi di Tibet untuk menyelesaikan misi baru. Tugasnya kali ini adalah menghentikan upaya pembunuhan sang Perdana Menteri Cina yang direncakan oleh sebuah kelompok pembunuh bayaran.
Kata Mereka
(Hary Susanto)
Ringan, kocak dan bodoh, itulah Johnny English Reborn, Oliver Parker bisa dibilang berhasil menghadirkan sajian komedi pelepas penat efektif sama atau mungkin tampil sedikit lebih baik dari pendahulunya. Tentu saja faktor ‘X’ bernama Rowan Atkinson masih mendominasi dan menjadi nilai jual terbesar dari komedi parodi satu ini.
Sanctum berkisah mengenai perjalanan yang dilakukan pasangan Carl Hurley dan Victoria ke Papua Nugini untuk menjelajahi situs gua bawah laut bersama Frank McGuire, seorang penyelam profesional. Mereka tak menyangka bahwa penyelaman ini akan membawa mereka ke dalam sebuah kejadian luar biasa yang takkan pernah mereka lupakan seumur hidup.
Kata Mereka :
Overall, Sanctum tidak lebih dari sebuah thriller adventure medioker belaka dengan cerita lemah, akting pas-pasan dan penyutradaraan yang buruk. jadi ada atau tidaknya pengaruh seorang James Cameron didalamnya tetap saja membuat film satu ini dengan mudah dilupakan penontonnya. (Hary Susanto)
Ceritanya, tenntang seseorang anak yang melakukan petualangan mencari sebuah Lambang kerjaan Romawi yang di tuduh telah di hilangkan sang ayah. Demi meperbaiki nama baik ayahnya ini, sang anak harus melawati berbagai macam bahaya demi menemukan Lambang Romawi ini.
Kata Mereka :
The Eagle hanyalah film popcorn biasa yang bisa menghibur bagi yang suka film epik sandal dan pedang. Satu hal lagi yang disalutkan dari film ini adalah bagaimana studio dan produsernya tidak membuat film ini dalam bentuk 3D, mungkin mereka sadar dengan hasil dari Clash of The Titans. (Satrio Nindyo Istiko)
Diceritakan tiga gadis remaja; Grace, Meg, dan Emma yang memutuskan menggunakan tabungan mereka untuk berwisata ke kota Paris. Di tengah tur yang membosankan, ketiganya menyelinap ke sebuah hotel bintang lima di mana Grace dikira sebagai Cordelia, seorang gadis kaya yang manja. Karena tekanan sekaligus dukungan dari sohibnya, Grace memutuskan untuk menjalani kehidupan Cordelia sampai dia bertemu dengan cowok Perancis bernama Theo. Tapi semua menjadi rumit dan berantakan ketika Cordelia (yang asli) kembali ke hotel itu.
Kata Mereka :
Monte Carlo dipastikan menjadi daya tarik bagi penonton wanita dengan kisahnya yang cenderung sederhana dan terselip bumbu kisah cinta, sementara untuk para pria yang dipaksa menonton oleh sang pacar tidak perlu pasang tampang cemberut. Nikmati saja semua keindahan yang ada, hitung-hitung bisa jadi referensi untuk destinasi wisata suatu saat nanti. (Eko Prabowo)
Conan sang tokoh fiktif hasil ciptaan Robert E. Howard, kali ini akan berpetualangan dengan di temani teman baiknya, demi menemukan sang pembunuh ayahnya yang dua puluh tahun lalu juga telah membantai seluruh sukunya.
Kata Mereka :
So my verdict is… versi remake Conan the Barbarian ini karya fantasi medieval yang standar. Ada darah, ada cewe seksi berbaju bikini serta pria kekar, ada juga bau-bau mistik dan aksi pedang sembelih sana-sini, kalau kalian suka film mindless fun seperti ini silahkan ikuti petualangan Conan membalas dendamnya. (Dennis Villanueva)
Mereka dikenal sebagai Porthos, Athos, dan Aramis - tiga prajurit elit yang melayani Raja Prancis sebagai penembak (Musketeer) terbaik. Setelah mengetahui adanya sebuah konspirasi untuk menggulingkan Raja, para Musketeer bersama dengan muskater muda D'Artagnan, mereka memulai petualangan berbahaya untuk menggagalkan rencana yang tidak hanya mengancam kerajaan, tetapi juga masa depan Eropa.
Kata Mereka :
Secara keseluruhan, kebanyakan penonton akan dapat menikmati The Three Musketeers dari tampilan visual yang megah, special effect yang bekerja dengan baik dan kehadiran plot cerita komedi bodoh yang mampu tampil menghibur. Semua keunggulan tersebut setidaknya akan mampu membuat beberapa orang melupakan bahwa mereka sedang disuguhkan sebuah film dengan jalan cerita yang dangkalMungkin akan lebih tepat untuk menggambarkan The Three Musketeers sebagai hanyalah sebuah film lain dalam daftar filmografi seorang Paul W. S. Anderson. Tidak kurang. Dan jelas tidak lebih. (Amir Syarif Siregar)
Season of the Witch berkisah mengenai dua orang ksatria yang mengawal perjalanan beberapa biarawan untuk membawa seorang gadis yang dituduh sebagai seorang penyihir dan menyebabkan tersebarnya wabah yang membunuh banyak orang.
Kata Mereka :
Apakah Season of the Witch benar-benar memenuhi ekspektasi bahwa film ini seburuk prasangka banyak orang? Mungkin benar. Dari sisi cerita, Season of the Witch memang tidak mampu berkata apa-apaidak mengherankan jika kemudian para aktor yang berada di dalam jalan cerita film ini terjebak dan kurang mampu dalam mengeluarkan kemampuan terbaiknya (Amir Syarif Siregar)
Sepasang suami istri yang saling mencintai dengan tulus pasti akan mengundang simpati. Simpati ini tidak akan didapatkan oleh pihak lain yang berusaha mengganggu sesuatu yang sudah indah. Inilah yang terjadi pada karakter pelaku pemerkosaan dengan kekerasan dalam film Seeking Justice. Karakter ini memperkosa istri dari karakter utama dalam film ini, Will Gerard (Nicolas Cage). Cerita dalam film ini berusaha mempengaruhi penonton untuk marah terhadap satu karakter ini. Pertanyaannya, layakkah karakter bejat ini dibunuh untuk membayar kesalahannya? Kalau Anda bingung menjawab pertanyaan tersebut maka Anda memiliki perasaan yang sama dengan apa yang dialami oleh Will. Di tengah kekalutannya, Will akhirnya memutuskan untuk setuju terhadap tawaran pria misterius untuk membunuh sang pelaku.
Apa yang terjadi berikutnya pada film ini seharusnya sudah bisa ditebak. Sesuatu yang dimulai dengan pembunuhan pasti tidak akan enak pada akhirnya. Will dan istrinya harus menanggung konsekuensi dari keputusannya. Berdua, mereka harus berjuang untuk melepaskan diri dari teror pria misterius ini dan organisasi yang menaungi di belakangnya. Premis cerita dari film yang disutradarai oleh Roger Donaldson ini cukup baik meskipun pada akhirnya tidak bagus. Movie Pos tidak menyukai ending film ini. Tidak ada bobot cerita dan pesannya sama sekali. Film ini hanya seperti sekelebatan kejadian yang berlalu begitu saja. Mudah untuk dilupakan. Akting para pemerannya pun terkesan nanggung dan tidak ada kharisma sama sekali. Sangat disayangkan Nicolas Cage lagi-lagi tidak mendapatkan karakter yang bagus. Hal yang sama berlaku pada Guy Pearce dan January Jones.
Mengingat film ini adalah film aksi, maka Movie Pos menilai Seeking Justice adalah film aksi yang lemah dari sisi adegan aksinya. Ceritanya saja yang lumayan menegangkan. Akhir kata, Seeking Justice hanyalah sebuah film yang mengisi slot jadwal bioskop yang akan berlalu tanpa ada hal spesial yang tersisa seiring berlalunya waktu. (jak)