Berlayarlah Dan Temukan Muara Hikmah Di Pulau Samudera Cinta. Waspadalah Diri Dari Sesat Didalamnya. Semua Pelayaran Kita Tertuju Pada Satu Muara Cinta, Yaitu Mendapatkan Cinta Abadi Yang Esa.
Anda menyukai jenis-jenis film seperti American pie?? Jika ya, berarti anda sudah berada di jalur yang tepat. Ya film ini adalah film yang penuh dengan pesta kegilaan, berisi gadis-gadis cantik tanpa busana, galonan bir, narkoba dan seks liar semalam suntuk. Project X siap menghibur anda yang menyukai film-film komedi ala remaja amerika.
Semuanya kegilaan berawal dari empat sekawan yang termasuk golongan anak tidak populer dikalangan teman SMA mereka. Untuk menaikkan popularitas mereka, salah satu dari mereka yakni Costa membuat sebuah rencana yang diberi nama "Project X". Dalam rencana itu, mereka berniat mengadakan pesta besar-besaran yang bertempat dirumah milik Thomas yang saat itu sedang berulang tahun dan kedua orang tuanya sedang pergi berlibur selama akhir pekan. Maka setelah mereka pergi, rencana pesta gila tersebut mulai dilakukan. Pesta yang direncanakan akan penuh minuman keras, gadis seksi telanjang, narkoba dan tentunya pesta seks dimana mereka berempat berharap bisa tidur dengan setidaknya seorang gadis pada malam itu. Pesta itu rencananya "hanya" akan dihadiri oleh maksimal 50an orang, tapi lama kelamaan akibat pengumuman xang besar-besaran dan heboh, jumlah yang datang makin banyak hingga mencapai ratusan bahkan mungkin ribuan yang berakibat pesta makin tidak terkendali.
Film ini menghibur, sangat menghibur. Entah sudah berapa lama saya tidak melihat film dengan momen pesta anak SMA sekacau ini. Mungkin seperti superbad, tapi lebih gila dan unik karena dibuat dengan teknik mokumenteri yang menjadikan atmosfer liar Project X terasa nyata. Bukan sebuah komedi yang cerdas, tapi sangatlah menghibur melihat pesta para remaja SMU yang gila. So nikmati saja, dan anda akan terhibur sepanjang 88 menit.(@oliphdhian)
Bukan fans serial televisinya, tapi saya percaya warga yang pernah hidup pada era 80an sampai 90an pasti setidaknya mengenal apa itu 21 Jump Street, serial 101 episode milik duo legendari pencipta The A-Team, Patrick Hasburgh dan Stephen J. Cannell yang juga melambungkan nama seorang Jhonny Depp sebagai polisi muda Tom Hanson. Kini, tiga dekade kemudian, duet sutradara Cloudy with a Chance of Meatballs, Phil Lord dan Chris Miller memilih untuk membuat versi mereka sendiri berdasarkan cerita yang dibuat oleh Jonah Hill dan Michael Bacall yang juga menulis skripnya, dan hasilnya? Fun! siapa yang menyangka bahwa 21 Jump Street mampu menjadi suguhan hiburan pengocok perut yang menyenangkan di sepanjang 109 menit durasinya.
Di buka dengan flashback, kembali ke tahun 2005 di saat Morton Schmidt (Jonah Hill) masih menjadi pecundang di SMUnya dengan segala dandanan ala Eminem-nya, sementara ada Greg Jenko (Channing Tatum) teman satu sekolah Morton yang tampan, atletis dan populer tapi sayang ia bodoh. Jodoh membawa keduanya bertemu kembali di akedemi polisi, di sini mereka menjadi sahabat kental sekaligus patner kerja, saling membantu dan mendukung sama lain seperti sebuah kombinasi otot dan otak sempurna yang tidak terlepaskan. Dan berawal dari sebuah usaha peyergapan narkoba yang buruk keduanya kemudian di pindahtugaskan ke 21 Jump Street, divisi penyamaran yang bermarkas di sebuah gereja tua yang dipimpin Kapten Dickson (Ice Cube). Tugas mereka adalah untuk mengungkap peredaran HFS, obat bius jenis baru di kalangan siswa SMU dan tentu saja mereka harus kembali ke sekolah dan menyamar untuk itu.
Jadi seberapa jauh Phil Lord dan Chris Miller membawa 21 Jump Street versi mereka ini tanpa harus kehilangan banyak semangat buddy cop kental seperti serial televisinya? Kuncinya ada pada ide sederhana namun menarik tentang kembali ke sekolah dan bagaimana kamu mengulang lagi masa-masa paling menyenangkan atau paling buruk dalam hidupmu termasuk di dalamnya joke-joke super kocak nan kasar ala Hill termasuk dialog-dialog kurang ajarnya yang sanggup menutupi momen aksinya yang kurang greget.
Lupakan versi televisinya, tidak banyak elemen nostalgia yang ditawarkan di sini. Ini adalah start baru yang menyegarkan untuk franchise 21 Jump Street yang legendaris itu. Duo Phil Lord dan Chris Miller jelas sudah menjalankan tugasnya dengan baik membuat versi mereka sendiri agar mudah disukai penonton barunya sebagai suguhan komedi aksi yang menghibur dan meyegarkan. Kudos juga patut diberkan kepada dynamic duo Jonah Hill dan Channing Tattum yang tampil kompak dan kocak di sepanjang film.(@Hary Susanto)
Trend vampir tampaknya masih terus berlanjut, dan tahun ini, sebelum seri pemungkas dari saga Twilight ada sutradara asal Rusia yang pernah menghadirkan adaptasi komik keren, Wanted, Timur Bekmambetov memulainya terlebih dahulu dengan Abraham Lincoln: Vampire Hunter-nya, kali ini ia juga ditemani nama sebesar Tim Burton yang duduk di bangku produser, tetapi awas! Dari judulnya yang nyeleh saja ini jelas bukan biopik serius tentang kisah hidup presiden Amerika Serikat ke-16 seperti Lincoln yang sedang digarap Steven Spielberg dengan Daniel Day Lewis sebagai Abraham Lincoln yang juga direncakan rilis tahun ini, karena adaptasi dari mashup novel berjudul sama karangan Seth Grahame-Smith yang juga bertindak sebagai penulis naskah filmnya akan menampilkan sang American Hero itu memegang kampak dan menebas kepala para mahluk penghisap darah yang jelas tidak mungkin ada di film milik Spielberg itu.
Memang bukan biografi serius, tetapi Bekmambetov tetap memulainya dari bawah seperti kebanyakan biopik lainnya, ketika Lincoln kecil meyaksikan ibunya dibunuh oleh Jack Barts (Marton Csokas), majikan mereka yang juga seorang vampir. Di tambah dengan nasib tragis yang sama yang menimpa ayahnya, Lincoln (Benjamin Walker) yang beranjak dewasa kemudian berniat untuk membalas dendam kepada Barts hingga nasib mempertemukannya kepada Henry Sturges (Dominic Cooper) yang mengajarkan Lincoln ilmu tentang membunuh vampir, maka kemudian perkenalkan, Abraham Lincoln, calon presiden Amerika Serikat hebat yang punya pekerjaan sampingan sebagai pemburu vampir.
Tentu saja ini adalah sajian aksi horor fantasi yang seru dan juga konyol, anda akan menjadi orang paling idiot sedunia jika mencari kebenaran sejarah di sini, bahkan judulnya saja sudah memperingatkan anda jika ini memang sebuah proyek having fun seorang Bekmambetov dengan premis gila nan meyimpang yang banyak menghadirkan ‘rahasia-rahasia’ tergelap seorang Abraham Lincoln versi Seth Grahame-Smith. Meskipun secara kronologis ia tetap setia mengikuti hidup Lincoln dari kecil sampai ia menjadi seorang Presiden, tetapi ini bukan film yang anda cari jika ingin belajar seajarah Amerika Serikat yang akurat. Modal jualan terbesar tentu adalah premis menariknya yang mengungkap sisi lain Abe sebagai pemburu vampir dengan segala hingar-bingar aksinya yang dikombinasikan cepat dengan peristiwa-peristiwa besar pada era Lincoln dari pertemuannya dengan Mary Todd (Mary Elizabeth Winstead), istrinya sampai perang Gettysburg yang legedaris itu.
Mungkin action-nya tidak sampai seintens dan sekeren Wanted dengan konsep peluru melengkungnya yang ajaib itu, tetapi Abraham Lincoln: Vampire Hunter tetap adalah sajian yang meyenangkan buat anda pemburu hiburan murni yang tidak terlalu mempermasalahkan kualitas cerita. Anda akan banyak menemukan visual-visual green screen cantik, aroma gothic gelap ala Burton lengkap dengan aski-aksi spektakuler berlebihan ala Bekmambetov bersama balutan efek-efek CGI, slowmotion-nya dan musik-musik keras dari Henry Jackman plus sedikit elemen komedi yang sayangnya tidak terlalu bekerja dengan baik, dan beberapa adegan-adeg`n bodoh mungkin akan sedikit menganggu.
Jelas bukan yang terbaik dari Timur Bekmambetov, tetapi Abraham Lincoln: Vampire Hunter itu keren dan sangat enjoyable untuk ukuran sebuah film aksi bertema vampir, apalagi dengan premisnya yang menyimpang itu ia sukses menjadi sebuah tontonan yang menghibur bersama momen-momen aksinya yang spektakuler. Mungkin sebagian dari anda akan menganggapnya bodoh, tetapi kapan lagi kita bisa melihat seorang presiden Amerika menebas kepala-kepala vampir. (@Hary Susanto)